Nama :
Purnomo
NPM :
15112737
Kelas : 2KA25
Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam Komunikasi
I. Pemdahuluan
Jika kita dengar kata “Komunikasi” mungkin teman-teman cukup familiar
dengan kata tersebut, tetapi jika saya tambahkan dengan beberapa kata, seperti
ini “Mengembangkan kemampuan
mahasiswa dalam Komunikasi”. Jika kita bahas mengenai judul ini, dimana
komunikasi sangat penting dikembangkan terutama mahasiswa. Lalu bagaimana cara
mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam komunikasi? Pasti akan timbul banyak
pertanyaan mengenai judul ini. Karena hal itu saya sangat tertarik untuk
mengangkat materi ini, dimana kita harus tahu arti dari Komunikasi, Fungsi dan
Tujuan dari Komunikasi.
I.1 Teori
Komunikasi adalah “suatu proses dalam mana seseorang atau
beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan
menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang
lain”. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan,
ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi
dilakukan secara lisan atau
Verbal
yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal
yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan
menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum,
menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi non-verbal.
Beberapa alasan
pentingnya Komunikasi:
1. Komunikasi
mendatangkan efektifitas yang lebih besar
2. Komunikasi
menempatkan orang-orang pada tempat yang seharusnya.
3. Komunikasi
membawa orang-orang untuk terlibat dalam organisasi dan meningkatan motivasi
untuk melibatkan kinerja yang baik, dan meningkatkan komitmen terhadap
organisasi.
4. Komunikasi
menghasilkan hubungan dan pengertian yang lebih baik antara bawahan, kolega,
dan orang-orang di dalam organisasi dan di luar organisasi.
5. Komunikasi
menolong orang-orang untuk mengerti perlunya perubahan.
6. Komunikasi
meminimalkan permasalahan-permasalahan di dalam keorganisasian seperti
konflik, stress, demotifasi dan loyalitas.
Jenis Komunikasi
Komunikasi mempunyai
aneka macam bentuk yang semuanya tergantung dari segi apa kita memandangnya.
Berikut adalah di antaranya:
1. Dari
segi penyampaian pesannya, komunikasi dapat dilakukan secara lisan dan secara
tertulis, atau secara elektronik melalui radio, televisi, telepon, internet dan
sebagainya.
2. Dari
segi kemasan pesan, komunikasi dapat dilakukan secara verbal (dengan berbicara)
atau dengan non verbal (diwakili bahasa isyarat). Komunikasi verbal: diwakili
dalam penyebutan kata-kata, yang pengungkapannya dapat dengan lisan atau
tertulis. Komunikasi non verbal: terlihat dalam ekspresi atau mimik wajah,
gerakan tangan, mata dan bagian tubuh lainnya.
3. Dari
segi keresmian pelaku komunikasi, saluran komunikasi yang digunakan, dan bentuk
kemasan pesan, komunikasi dapat dikategorikan sebagai bentuk komunikasi formal
dan non formal.
4. Dari
segi pasangan komunikasi, komunikasi dapat dilihat sebagai:
·
Komunikasi Intrapersonal ( intra
personal communication), ialah proses komunikasi dalam diri komunikator:
pengirim dan penerima pesannya adalah dirinya sendiri (manusia sebagai
makhluk rohani).
·
Komunikasi Interpersonal ( inter
personal communication) ialah interaksi tatap muka antara dua orang atau
lebih di mana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima
pesan dapat menerima dan menanggapinya secara langsung pula (manusia sebagai
makhluk sosial).
I.2 Analisis
dan Kesimpulan
Pembelajaran sebagai
subset dari proses pendidikan harus mampu memberikan kontribusi terhadap
peningkatan kualitas pendidikan, yang pada ujungnya akan berpengaruh terhadap
peningkatan kualitas sumber daya manusia. Agar pembelajaran dapat mendukung
peningkatan mutu pendidikan, maka dalam proses pembelajaran harus terjadi
komunikasi yang efektif, yang mampu memberikan pemahaman mendalam kepada
peserta didik atas pesan atau materi belajar.
Komunikasi efektif dalam
pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan
teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu
memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga
menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan
tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling
bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam
pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
I.3 Referensi
No comments:
Post a Comment