Nama : Purnomo
NPM : 15112737
Kelas : 1KA25
=================================================================
=================================================================
Keadilan dari Manusia
Keadilan
menurut saya adalah suatu kondisi dimana kebenaran dicari dengan mencapai
keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama, biasanya hal
tersebut menyangkut benda atau manusia. Keadilan merupakan suatu hal yang
abstrak, dikarenakan bagaimana mewujudkan suatu keadilan jika tidak mengetahui
apa arti keadilan. Keadilan itu sendiri terdiri dari berbagai macam definisi
jika kita mencari informasi di Internet maka akan banyak yang muncul ketika
kita mencari kata “keadilan” tetapi saya sependapat oleh John Raws mengenai
keadilan yang terdiri dari tiga prinsip keadilan yaitu: (1) kebebasan yang sama
yang sebesar-besarnya, (2) perbedaan dan (3) persamaan yang adil atas
kesempatan. Walaupun saya akui hal tersebut tidak bisa berjalan secara
bersama-sama tetapi menurut saya prioritas utama ada pada point 1 yaitu
kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya.
Karena
berkaitan dengan HAM (Hak Asasi Manusia), seperti kita tahu di Indonesia makna
dari keadilan berkaitan dengan Hak Asasi Manusia. Karena pada era penjajahan,
rakyat kita dijajah oleh bangsa lain dengan menimbulkan dampak psikis yang kuat
dan membuat keresahan atau rasa takut pada era itu sehingga banyak rakyat
merasa hak mereka direbut oleh penjajah, seperti kebebasan dalam menuntut ilmu
dan masih banyak lagi hingga para pahlawan bangsa ini bersatu untuk merebut
bangsa ini dari penjajah tentunya untuk kebebasan dalam Hak Asasi Manusia.
Setelah
pahlawan bangsa ini mengusir penjajah sehingga keadilan itu diperoleh untuk
bangsa ini tetapi itu tidak berlangsung lama karena perubahan-perubahan pada
setiap era menimbulkan banyak penyimpangan mengenai keadilan dan seperti era
sekarang yang berkuasa dapat mempermainkan keadilan dan bahkan merusak isi
keadilan dalam UUD (Undang-undang Dasar) di Indonesia. seperti banyak kasus
yang sekarang sedang tren di Indonesia, yaitu kasus korupsi, yang rata-rata
adalah wakil rakyat dan banyaknya pengadilan yang meringankan para tersengka
yang sudah memiliki kekuasaan sehingga banyak rakyat kecil yang terunggut
keadilannya, yang membuat saya berfikir kalau kita balik ke jaman penjajahan
yang membedakan adalah penjajhnya warga Negara sendiri.
Sedikit
miris jika kita atau saya terutama ketika berfikiran seperti itu walaupun itu
sebuah kenyataan yang sedang dialami oleh Negara tercinta ini, sungguh malu
seharusnya para pelaku yang berbuat itu terhadap para pahlawan terutama untuk
para penerus bangsa ini nantinya. Dikarena hal itu, banyak warga atau
masyarakat negeri ini membutuhkan seoarang penegak hokum yang jujur dan tegas
dalam menangani keadilan, sehingga mengurangi keresahan masyarakat seperti
banyaknya para komentator dalam menanggapi sebuah kasus dalam forum
mengharapkan gerakan PETRUS kembali lagi seperti era Suharto dulu tetapi
menurut saya, sangat tidak efektif karena ada kemungkinan terjadinya banyak
salah sasaran dalam penegakannya jika kita terpaku pada cara saat era Suharto,
sehingga memungkinkan timbulnya keresahan kembali tetapi keresahan tersebut
semakin abstrak.
Kesimpulannya
menurut saya keadilan sebenarnya datang dari sang pencipta tetapi kita sebagai
salah satu ciptaannya yang paling sempurna dengan dibekali oleh akal yang sehat
meliliki tanggung jawab tersendiri dalam kehidupan ini, tetapi banyak manusia
melupakan tanggung jawabnya sehingga dia terbuai oleh kelakuan negative yang
dibuatnya sendiri dan jika kita berharap PETRUS, instansi pemerintah atau
instansi lain untuk menyelesaikan mengenai keadilan ini, menurut saya sangat
tidak tepat karena kita hanya berharap terhadap organisasi tersebut, berarti
kita akan sama saja dengan para pelaku perusak keadilan karena kita hanya
menikmati hasil yang dikerjakan oleh organisasi tersebut tanpa kita campur
tangan didalamnya. Menurut saya yang paling penting adalah mulau dari diri kita
sendiri terlebih dahulu, kemudian terhadap keluarga sendiri sehingga kita
memberikan contoh yang baik terhadap anak dan keluarga karena keluarga kita
adalah luanglingkup yang kecil tetapi sangat efektif untuk menanamkan budi
luhur didalamnya sehingga menimbulkan banyak orang besar jika kita menerapkan
hal itu sedini mungkin. Terima kasih
No comments:
Post a Comment