Tuesday, April 16, 2013

[SoftSkill] IBD - Manusia dan Keadilan

Nama               : Purnomo
NPM               : 15112737
Kelas               : 1KA25
=================================================================
Keadilan dari Manusia
            Keadilan menurut saya adalah suatu kondisi dimana kebenaran dicari dengan mencapai keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama, biasanya hal tersebut menyangkut benda atau manusia. Keadilan merupakan suatu hal yang abstrak, dikarenakan bagaimana mewujudkan suatu keadilan jika tidak mengetahui apa arti keadilan. Keadilan itu sendiri terdiri dari berbagai macam definisi jika kita mencari informasi di Internet maka akan banyak yang muncul ketika kita mencari kata “keadilan” tetapi saya sependapat oleh John Raws mengenai keadilan yang terdiri dari tiga prinsip keadilan yaitu: (1) kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya, (2) perbedaan dan (3) persamaan yang adil atas kesempatan. Walaupun saya akui hal tersebut tidak bisa berjalan secara bersama-sama tetapi menurut saya prioritas utama ada pada point 1 yaitu kebebasan yang sama yang sebesar-besarnya.
Karena berkaitan dengan HAM (Hak Asasi Manusia), seperti kita tahu di Indonesia makna dari keadilan berkaitan dengan Hak Asasi Manusia. Karena pada era penjajahan, rakyat kita dijajah oleh bangsa lain dengan menimbulkan dampak psikis yang kuat dan membuat keresahan atau rasa takut pada era itu sehingga banyak rakyat merasa hak mereka direbut oleh penjajah, seperti kebebasan dalam menuntut ilmu dan masih banyak lagi hingga para pahlawan bangsa ini bersatu untuk merebut bangsa ini dari penjajah tentunya untuk kebebasan dalam Hak Asasi Manusia.
Setelah pahlawan bangsa ini mengusir penjajah sehingga keadilan itu diperoleh untuk bangsa ini tetapi itu tidak berlangsung lama karena perubahan-perubahan pada setiap era menimbulkan banyak penyimpangan mengenai keadilan dan seperti era sekarang yang berkuasa dapat mempermainkan keadilan dan bahkan merusak isi keadilan dalam UUD (Undang-undang Dasar) di Indonesia. seperti banyak kasus yang sekarang sedang tren di Indonesia, yaitu kasus korupsi, yang rata-rata adalah wakil rakyat dan banyaknya pengadilan yang meringankan para tersengka yang sudah memiliki kekuasaan sehingga banyak rakyat kecil yang terunggut keadilannya, yang membuat saya berfikir kalau kita balik ke jaman penjajahan yang membedakan adalah penjajhnya warga Negara sendiri.
Sedikit miris jika kita atau saya terutama ketika berfikiran seperti itu walaupun itu sebuah kenyataan yang sedang dialami oleh Negara tercinta ini, sungguh malu seharusnya para pelaku yang berbuat itu terhadap para pahlawan terutama untuk para penerus bangsa ini nantinya. Dikarena hal itu, banyak warga atau masyarakat negeri ini membutuhkan seoarang penegak hokum yang jujur dan tegas dalam menangani keadilan, sehingga mengurangi keresahan masyarakat seperti banyaknya para komentator dalam menanggapi sebuah kasus dalam forum mengharapkan gerakan PETRUS kembali lagi seperti era Suharto dulu tetapi menurut saya, sangat tidak efektif karena ada kemungkinan terjadinya banyak salah sasaran dalam penegakannya jika kita terpaku pada cara saat era Suharto, sehingga memungkinkan timbulnya keresahan kembali tetapi keresahan tersebut semakin abstrak.
Kesimpulannya menurut saya keadilan sebenarnya datang dari sang pencipta tetapi kita sebagai salah satu ciptaannya yang paling sempurna dengan dibekali oleh akal yang sehat meliliki tanggung jawab tersendiri dalam kehidupan ini, tetapi banyak manusia melupakan tanggung jawabnya sehingga dia terbuai oleh kelakuan negative yang dibuatnya sendiri dan jika kita berharap PETRUS, instansi pemerintah atau instansi lain untuk menyelesaikan mengenai keadilan ini, menurut saya sangat tidak tepat karena kita hanya berharap terhadap organisasi tersebut, berarti kita akan sama saja dengan para pelaku perusak keadilan karena kita hanya menikmati hasil yang dikerjakan oleh organisasi tersebut tanpa kita campur tangan didalamnya. Menurut saya yang paling penting adalah mulau dari diri kita sendiri terlebih dahulu, kemudian terhadap keluarga sendiri sehingga kita memberikan contoh yang baik terhadap anak dan keluarga karena keluarga kita adalah luanglingkup yang kecil tetapi sangat efektif untuk menanamkan budi luhur didalamnya sehingga menimbulkan banyak orang besar jika kita menerapkan hal itu sedini mungkin. Terima kasih

No comments: