Nama : Purnomo
NPM : 15112737
Kelas : 1KA25
=================================================================
=================================================================
Pandangan Hidup seorang Manusia
Jika kita membahas “Manusia” tidak
akan pernah habisnya semenjak saat masa Nabi Adam hingga saat ini manusia
memiliki sejarah yang panjang sehingga menjadi hal yang akan selalu dibahas
dalam setiap pembahasan karena manusia sendiri merupakan makhluk ciptaan Allah
S.W.T yang paling sempurna, dikarenakan hal itu manusia memiliki tanggung
jawab. Pandangan hidup adalah suatu
sudut pandang seseorang yang berupa pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia dan merupakan hasil
pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat
hidupnya. Pandangan hidup pada dasarnya
mempunyai unsur-unsur yaitu:
- Cita-cita, merupakan suatu keinginan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan sebagai salah satu motivasi atau tujuan di masa depan.
- Kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram.
- Usaha adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.
- dan Keyakinan/Kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, jasmani dan kepercayaan kepada Allah S.W.T
Pandangan
hidup sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat atau Negara. Segala
perbuatan, sikap dan aturan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk merupakan
refleksi dari pandangan hidup yang telah dirumuskan. Pandangan hidup sering
disebut sebagai filsafat hidup, yang dapat diartikan sebagai kecintaan atau
kebenaran yang dicapai oleh siapapun. Dari statement diatas dapat
pengklasifikasi tentang asal dari pandangan hidup tersebut, sebagai berikut:
- Pandangan hidup berasal dari agama merupakan pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
- Pandangan hidup ideology merupakan pandangan hidup yang disesuaikan dengan kebudayaan dan normanegara tersebut.
- Pandangan hidup hasil renungan merupakan pandangan hidup yang relative kebenarannya.
Setiap
manusia pasti memiliki pola piker dan cara pandang tentang segala hal, karena
pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Dari permasalahan-permasalahan yang
sering dihadapinya akan melahirkan satu pandangan tentang bagaimana cara atau
solusi untuk menghadapi permasalahan itu. Baik permasalahan yang dihadapi
tentang suatu keinginan, ambisi serta cita-cita hingga konsep kehidupan yang
dilaluinya. Pola pikir itu sendiri dapat timbul dengan sendirinya ketika
manusia itu terbentur oleh suatu permasalahannya itu sendiri. Karena itu ketika
kita mulai berpikir maka kita sendiri telah dihadapi oleh suatu masalah yang
mungkin permasalahannya itu terlalu abstrak hingga sulit untuk diungkapkan
dengan kata.
Pandangan-pandangan
hidup pada dasarnya terbentuk oleh beberapa factor yang sangat dominan
mempengaruhi manusia, antara lain;
- Pengalaman, merupakan guru terbaik yang dimiliki oleh setiap orang, belajar tidak hanya membaca atau mendengarkan dan menulis saja, belajar yang baik adalah memadukan ketiganya menjadi satu kesatuan yaitu melakukan dengan melakukan maka kita akan membaca karakter permasalahan yang dihadapi “analisis” sehingga dengan melakukan maka kita telah belajar baik disengaja atau tidak.
- Pendidikan, merupakan factor penunjang dari suatu pola pikir cara pandang karena pada dasarnya pendidikan dapat merubah pola pikir dan cara berpikir seseorang. Tentunya akan sangat berbeda cara berpikit dan cara menyelesaikan suatu masalah seorang yang mengenyam pendidikan dengan orang yang tidak mengenyam pendidikan. Meski pendidikan tidak dapat sepenuhnya menjadi jaminan pembentukan karakter seseorang tetapi minimal dari pendidikan itulah seseorang dapat menjadi sedikir dewasa dalam segala hal.
- Pergaulan, karakter manusia dapat terbentuk oleh pergaulan baik pergaulan dalam akademis “sekolah, kampus atau lembaga lainnya”, ataupun non akademis “keluarga dan masyarakat”. Pergaulan dapat membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang. Maka dalam pembentukan pola pikir dan cara pandang pergaulan sangat mempengaruhi karena dalam pergaulan maka kita belajar melakukan “pengalaman”.
No comments:
Post a Comment