Nama :
Purnomo
NPM :
15112737
Kelas : 2KA25
===========================================================
===========================================================
PROSES
ORGANISASI
BAB
1
PENDAHULUAN
Dalam sebuah
organisasi pastinya ada sebuah proses yang dilakukan untuk memanage atau
mengatur organisasi tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Banyaknya masalah
saat proses dimana meliputi banyak factor yang harus kita pahami, misalnya
proses komunikasi yang dapat menghambat dalam proses. Dikarenakan hal itu
penulis membahas mengenai proses, dimana meliputi pengertian, factor-faktor
dalam proses organisasi sehingga pembaca mendapatkan apa yang dicari dalam sebuah
organisasi atau berorganisasi.
1.1 Teori
Proses Organisasi adalah segala
aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi. Proses organisasi
itu berkaitan dengan interaksi antara anggota didalam suatu organisasi dan
dapat diartikan sebagai prosedur bagaimana anggota dapat saling bahu membahu
untuk membangun suatu organisasi. Bagian-bagian proses organisasi, diantaranya
adalah:
1. Proses
Komunikasi, yaitu rangkaian kegiatan sebelum atau pada saat kejadian itu sedang
terjadi.
2. Hubungan
antar peran, selain komunikasi hubungan antar suatu anggota dalam organisasi
itu sangat penting terutama untuk membangun proses kerja dari organisasi
tersebut.
3. Tahap
pengawasan, dimulai komunikasi dalam tahap perencanaan, pengorganisasian sampai
organisasi selesai.
4. Pengawasan,
dalam sebuah proses diperlukan pengawasan terhadap pihak yang berwenang agar
suatu proses organisasi dapat berjalan dengan baik, terarah dan sesuai dengan
tujuan.
1.2 Analisis
Dari teori diatas dapat
disimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan terdiri dari beberapa metode,
sebagai berikut ini:
1.
Kewenangan tanpa diskusi, metode
pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan yaitu
cepat dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk
memutuskan apa yang harus apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini
cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan
berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi
untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya. Namun demikian, jika metode
pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan
persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidakpercayaan para anggota organisasi
terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan
tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
2.
Pendapat Ahli, menurut Newman, Summer
dan Waren, memerinci langkah desain dan mengidentifikasi menjadi empat tahap
yaitu penemuan penyelesaian alternative, penganalisa, pembuatan suatu diagnosis
dan pemilihan rencana yang diambil.
3.
Kewenangan setelah diskusi, sifat
otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan
dengan metode yang pertama.
1.3 Referensi
2.
www.wikipedia.co.id
No comments:
Post a Comment