Tuesday, November 12, 2013

[Softskill - TOU] Proses Organisasi


Nama   : Purnomo
NPM   : 15112737
Kelas   : 2KA25
===========================================================
PROSES ORGANISASI
BAB 1
PENDAHULUAN

            Dalam sebuah organisasi pastinya ada sebuah proses yang dilakukan untuk memanage atau mengatur organisasi tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Banyaknya masalah saat proses dimana meliputi banyak factor yang harus kita pahami, misalnya proses komunikasi yang dapat menghambat dalam proses. Dikarenakan hal itu penulis membahas mengenai proses, dimana meliputi pengertian, factor-faktor dalam proses organisasi sehingga pembaca mendapatkan apa yang dicari dalam sebuah organisasi atau berorganisasi.
1.1  Teori
Proses Organisasi adalah segala aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi. Proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antara anggota didalam suatu organisasi dan dapat diartikan sebagai prosedur bagaimana anggota dapat saling bahu membahu untuk membangun suatu organisasi. Bagian-bagian proses organisasi, diantaranya adalah:
1.      Proses Komunikasi, yaitu rangkaian kegiatan sebelum atau pada saat kejadian itu sedang terjadi.
2.      Hubungan antar peran, selain komunikasi hubungan antar suatu anggota dalam organisasi itu sangat penting terutama untuk membangun proses kerja dari organisasi tersebut.
3.      Tahap pengawasan, dimulai komunikasi dalam tahap perencanaan, pengorganisasian sampai organisasi selesai.
4.      Pengawasan, dalam sebuah proses diperlukan pengawasan terhadap pihak yang berwenang agar suatu proses organisasi dapat berjalan dengan baik, terarah dan sesuai dengan tujuan.
1.2  Analisis    
Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa proses pengambilan keputusan terdiri dari beberapa metode, sebagai berikut ini:
1.    Kewenangan tanpa diskusi, metode pengambilan keputusan ini seringkali digunakan oleh para pemimpin otokratik atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan yaitu cepat dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan-persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya. Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan-persoalan, seperti munculnya ketidakpercayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
2.    Pendapat Ahli, menurut Newman, Summer dan Waren, memerinci langkah desain dan mengidentifikasi menjadi empat tahap yaitu penemuan penyelesaian alternative, penganalisa, pembuatan suatu diagnosis dan pemilihan rencana yang diambil.
3.    Kewenangan setelah diskusi, sifat otokratik dalam pengambilan keputusan ini lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode yang pertama.
1.3  Referensi
2.      www.wikipedia.co.id

No comments: