Saturday, November 8, 2014

Softskill - Bahasa Indonesia Bab 9 Perencanaan Karangan

Nama : Purnomo
NPM  : 15112737
Kelas  : 3KA25
III. SOAL URAIAN

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DALAM BIDANG KESEHATAN UNTUK PELAYANAN DI PUSKESMAS KOTA DEPOK

Topik  : Pengembangan Sistem Informasi Dalam Bidang Kesehatan untuk Pelayanan di Puskesmas Kota Depok.
Tujuan : Membuktikan bahwa pengembangan Sistem Informasi Kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Tesis   : Penggunaan Teknologi yang didukung dengan SIK yang baik dan tepat di Puskesmas Depok dalam pengimplementasiannya sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada Masyarakat.
KERANGKA KARANGAN.
I.       PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.3 TUJUAN
1.4 BATASAN MASALAH
1.5 METEDO PENELITIAN
II.      LANDASAN TEORI
III.    KESIMPULAN
IV.     DAFTAR PUSTAKA



I.       PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
        Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan yang sama (Lani Sidharta, 1995:9). Informasi adalah data yang telah diolah dan dianalisa secara formal dengan cara yang benar dan efektif, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dalam operasional dana manajemen (Sabarguna, 2003). Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan". Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah integrasi antara perangkat, prosedur dan kebijakan yang digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam kerangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pembangunan dalam Bidang Kesahatan tidak dapat terpisahkan dari Pembangunan suatu Negara yang sedang berkembang karena kesehatan sangat terkait dalam aspek kependudukan, pendidikan, kondisi dan perkembangan ekonomi masyarakat yang dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun biologi. Menurut WHO, Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu dari 6 Building Block dalam Sistem Kesehatan di suatu Negara, diantaranya;
  1. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan.
  2. Produk Medis, Vaksin dan Teknologi Kesehatan.
  3. Tenaga Medis.
  4. Sistem Pembiayaan Kesehatan.
  5. Sistem Informasi Kesehatan.
  6. Kepemimpinan dan Pemerintahan.
       Dari 6 Building Block diatas, sistem kesehatan tidak hanya Pelayanan Kesehatan saja melainkan pengembangan pembiayaan dan penghitungan resiko sehingga dapat melindungi masyarakat dari beban keuangan dan ekonomi karena penyakit, mencakup tentang peningkatan kepuasan konsumen dan memberikan informasi yang tepat dan benar juga termasuk bagian penting dari sistem informasi kesehatan.
         Perkembangan Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital Information System) di Indonesia telah dimulai pada akhir dekade 80'an. Banyaknya perkembangan yang terjadi kurang mendapatkan hasil yang cukup memuaskan untuk semua pihak. Ketidakberhasilan dalam pengembangan sistem informasi tersebut, lebih disebabkan dalam segi perencanaan yang kurang baik, dimana identifikasi faktor-faktor penentu kerberhasilan dalam implementasi sistem informasi tersebut kurang lengkap dan menyeluruh. Hal ini semata-mata karena sektor pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sistem yang lebih luas dalam masyarakat dan pemerintahan dalam suatu negara, bahkan lebih jauh lagi sistem yang lebih global.
         Dalam upaya pengembangan dalam dunia kesehatan sebagai sarana dalam hidup sehat dan lingkungan yang sehat, berperilaku sehat dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu yang disediakan oleh pemerintah atau pun masyarakat sendiri. Dalam mencapai pengembangan kesehatan telah dibuatnya infrastruktur pelayanan kesehatan yang telah dibangun sedemikian rupa mulai dari tingkat nasional, propinsi, kabupaten dan seterusnya sampai ke pelosok. Setiap jenjang tersebut memiliki sistem kesehatan yang saling berhubungan antar desa dan kecamatan sampai tingkat nasional memerlukan sistem informasi yang saling mendukung, sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
         Kota Depok salah satu kota yang memiliki misi untuk meningkatkan kualitas kesehatan,  dengan menambah jumlah sarana kesehatan supaya sesuai dengan rasio jumlah penduduk dan meningkatkan pelayanan yang ramah, cepat dan transparan sehingga salah satu yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesahatan dengan mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan, tidak hanya untuk rumah sakit melainkan penerapan juga pada puskesmas sebagai tempat yang mudah dijangkau untuk masyarakat. Penerapan Sistem Informasi Kesehatan juga harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan distribusi yang adil, untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, SIK melakukan setidaknya empat fungsi meliputi pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbing. Karena hal itu haruslah didukung dengan sistem yang menunjang semua kegiatan managemen rumah sakit pada puskesmas sehingga dapat meningkatkan pelayanan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
      Dari penjelasan diatas dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu :
  1. Bagaimana cara implementasi SIK untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien dan managemen?
  2. Bagaiaman meberikan training kepada Managemen Puskesmas dalam penggunaan SIK?
  3. Membuat aplikasi yang terintegrasi pada semua sistem aplikasi pelayanan pada puskesmas dengan mengotimatisasi kemampuan dalam pengelolahan database yang terdiri dari pemberian pelayanan, penghitungan biaya, pembimbingan dan SDM.
1.3 TUJUAN
     Membuat Sistem Aplikasi Pelayanan pada Puskesmas yang terintgrasi dengan aplikasi pendukung pelayanan dan mengoptimalkan kemampuan pengelolahan database untuk membantu meringankan dalam penggunaan aplikasi dalam pelayanan dan managemen puskesmas sehingga lebih efisien, fleksibel, dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan konsumen.
1.4 BATASAN MASALAH
      Dalam pembuatan dan implementasi aplikasi ini hanya untuk pelayanan kesehatan yang berada pada puskesmas dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemudahan penggunaan baik dari sistem administrasi, penjadwalan dokter dan menyediakan informasi tentang jumlah pasien atau warga yang sakit selama seminggu mampun sebulan dalam bentuk grafik. Memberikan informasi update tentang penyakit atau tips-tips kesehatan dalam sebuah layar informasi. 
1.5 METODE PENELITIAN
      Penulis menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mendapatkan informasi, kebutuhan dan masalah yang ada pada Puskesmas sebagai data penulisan.

II.      LANDASAN TEORI
       Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah kerja (Kebijakan Dasar Puskesmas Depkes RI, 2004:5). Fungsi Puskemas adalah :
  1. Pusat penggerakan pembangunan berwawasan kesehatan.
  2. Pusat pemberdayaan masyarakat.
  3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama, yaitu pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Karakteristik lain daripada jasa (Pelayanan) dikemukakan oleh Tjiptono (1998 ; 15-18) meliputi : 
  • Intangibility, Konsep intangible memiliki dua pengertian (Berry dalam Enis dan Cox, dalam Tjiptono, 1998;16), yaitu:
  1. Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa.
  2. Sesuatu yang tidak mudah didefinisikan, diformulasikan, atau dipahami secara rohaniah.
  • Inseparability, Bahwa service biasanya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan.
  • Variability, Service bersifat sangat variabel karena merupakannon standarizet output artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan dan dimana service tersebut dihasilkan. Ada tiga faktor yang menyebabkan variabelitas kualitas service (Bovee, Houston, dan Thill, dalam Tjiptono 1998;17) yaitu partisipasi pelanggan selama penyampaian service, moral/motivasi karyawan dalam melayani pelanggan dan beban kerja perusahaan. 
  • Perishability, Service merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak bisa disimpan. Service berasal dari orang-orang, bukan dari perusahaan. Tanpa memberi nilai pada diri sendiri, karyawan tidak punya arti. Harga diri yang tinggi adalah unsur yang paling mendasar bagi keberhasilan organisasi yang menyediakan jasa pelayanan apapun. Jika para karyawan merasa enak tentang dirinya sendiri dan kepada atasannya, pandangan positif seperti ini akan menular kepada para pelanggan. Rasa peduli yang ditunjang oleh semangat kerjasama dari manajemen tingkat puncak sampai pada tingkat operasional merupakan kunci utama perusahaan jasa dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Pada hakekatnya ”everybody is a service provider” pada deskripsi tugas yang berbeda.
         Puskesmas merupakan salah satu asset kesehatan yang harus dikembangkan secara terus menurus agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efesien. Kita banyak menemukan Pelayanan untuk konsultasi atau berobat jalan dilakukan dengan cara manual yaitu pertama-tama pasien datang ke puskesmas dan mendaftarkan diri, proses pendataannya pun masih manual, selanjutnya pasien menunggu giliran untuk konsultasi dengan dokter. Sistem pengolahan data yang lama menggunakan cara manual juga, di mana pemprosesan data dilakukan dengan cara pembukuan manual kemudian data tersebut akan disimpan dalam bentuk arsip per periode bulan dan ketika ada pasien yang datang setelah beberapa lama tidak berobat sehingga melakukan pencarian data pasien tersebut pun sehingga hal ini sangat tidak efektif dan membutuhkan waktu serta menghabiskan banyak kertas karena data masih berupa fisik. Dari segi fisik keamanan data sangat rentan akan kerusakan karena hal-hal yang tidak terduga misalnya:kebocoran, kebakaran, dan pencurian. Dilihat dari sisii keamanan pengolahan data arsip manual ini sangat riskan akan pengaksesan data oleh orang yang tidak berwenang dan tidak bertanggung jawab.
III.    KESIMPULAN
Suatu pusat pelayanan kesehatan memerlukan sebuat sistem yang dapat membantu memudahkan pekerjaan dan memberikan informasi, tidak hanya pada Rumah Sakit saja tetapi Puskesmas pun juga sudah harus mengembangkan dan mengikuti teknologi supaya dapat memaksimalkan kemampuan maupun visi dan misi itu sendiri, sedangkan dengan sistem yang bekerja dengan baik dan optimal dapat meningkatkan kualitas pelayanan karena efisiensi dan fleksible.
IV.     DAFTAR PUSTAKA
  1.  http://hiliaulianah.blogspot.com/2013/03/kritisi-penilaian-kualitas-pelayanan.html
  2.  http://abas-nr.blogspot.com/2012/04/pengembangan-sistem-informasi-kesehatan.html
  3.  http://www.academia.edu/3207140/Sistem_Informasi_Kesehatan
  4.  http://nurhotimah18.blogspot.com/2012/07/pengertian-sistem-informasi-kesehatan.html
  5.  http://www.depok.go.id/profil-kota/peta

II.      MENJAWAB PERTANYAAN DARI PARAGRAP 
(1) Depperindag menilai bahwa upaya memulihkan kinerja ekspor non-migas perlu ditingkatkan. (2) Untuk mencapai upaya tersebut, depperindag merencanakan peningkatan ekspor nonmigas nasional sebesar 15% sehingga mencapai $44,54 miliar pada tahun 2000. (3) Sehubungan dengan hal itu, Direktur Jendral Kerja sama dengan Lembaga Perindustrian dan Perdagangan (KLIPI) depperindag telah mengadakan pertemuan koordinasi dengan para atase perindustrian dan perdagangan (atpperindag) sekawasan Eropa di Brussels 13-15 Maret 2000. (4) Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjelaskan visi dan strategi peningkatan akses pasar serta mengamankan kebijakan pemerintah dibidang perindustrian dan perdagangan. (5) Disamping itu, upaya tersebut juga merumuskan langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan kinerja ekspor berdasarkan fakta dilapangan.
  1. Bacaan diatas berupa laporan : (B) “Kuantitatif “.
  2. Laporan tersebut disusun secara : (B) “Deduktif “.
  3. Laporan diatas berisi : (A) “kegiatan”.
  4. Bahasa laporan tersebut : (A) “efektif”.
  5. Pendekatan pembahasan diatas menggunakan pendekatan : (A) “komunikatif”.
I.      SOAL PILIHAN GANDA
  1. Ragam dari bahasa bacaan diatas adalah ragam : (A) “ tulis ilmiah”.
  2. Topik dari bacaan diatas adalah : (D)“ pengujian sample besar dan sampel kecil”.
  3. Pada kalimat ke dua menyatakan tentang : (A) “perbedaan sample besar dan sample kecil”.
  4. Kata Sample itu lebih baik ditulis seperti : (C) “ sampel”.
  5. Sampel-sampel kecil pada kalimat “Berarti,sampel-sample kecil kesimpulanya tidak dapat dijamin” merupakan : (C) ”subjek”.
  6. Yang bukan merupakan syarat yang baik daam membuat topik adalah : (C) “cukup luas”.
  7. Topik yang baik bagi studi akuntansi adalah : (B) “Analisis fungsi prakiraan bisnis terhadap kinerja keuangan”.
  8. Kalimat tesis yang baik misalnya : (B) “penggunaan program komputer yang dirancang secara tepat akan berpengaruh secara positif terhadap pengalaman sistem kerja”.
  9. Yang bukan merupakan kalimat tesis yang baik yang memenuhi syarat adalah : (D) “menggunakan kata konotasi”.
  10. Contoh perumusan masalah karangan ilmiah yang menuntut adanya analisis adalah : (C) “Adakah hubungan sistem kerja terhadap efisiensi produksi ?”.
  11. Kata yang mengunakan tujuan penelitian adalah (A) “membuktikan”. 

TUGAS MANDIRI
  1. Hakikat perencanaan karangan terdiri dari
· Proses kreatif yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
  • Tahap persiapan yaitu mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan arah dan fokus penulisan, mengamati objek yang akan di tulis dan memperkaya pengalaman kognitif untguk proses selanjutnya. 
  • Tahap inkubasi (pendaadaran) yaitu proses logis dengan memanfaatkan seluruh informasi yang dikumpulkan dari sebab ke akibat atau dari tesis-antesis dampai dengan sintetis.
· Menentukan jenis karangan 
Menentukan jenis karangan yaitu merupakan perencanaan karangan ilmiah pada tahap awal yaitu menentukan jenis karangan yang akan ditulis
· Perencanaan karangan
Perencanaan karangan ilmiah adalah proses awal mengarang sampai dengan penulisan akhir.

2.    Mengarang merupakan proses kreatif yang berasal dari menulis dengan melalui berbagai tahapan guna mencapai suatu hasil karya tulis yang menghendaki adanya pemikiran dengan kesungguhan, penuh semangat dan serius sehingga dapat menghasilkan kreativitas yang terus mengalir.
3.       Karangan ilmiah memiliki beberapa jenis sebagai berikut :
·         Makalah
·         Artikel Jurnal
·         Proposal
·         Laporan Ilmiah
4.       Tahapan atau proses penyusunan karangan adalah sebagai berikut :
·         Merumuskan topik menjadi rumusan masalah, tujuan, dan kalimat tesis.
·  Menyusun rincian kalimat tesis menjadi kerangka kasar atau ragangan yang terdiri pendahuluan dan bahasan utama, masing-masing disertai judul bab.
·       Merinci kerangka kasar (ragangan) menjadi karangan sempurna dengan merinci bab menjadi subbab, dan merinci subbab menjadi sub-subjudul yang lebih kecil,serta tambahan unsur pembuka dan unsur penutup.
5.       Syarat-syarat kelayakan sebuah topik yang baik adalah sebagai berikut :
·         Topik yang baik bagi penulis
·         Topik yang baik bagi pembaca 
6.       Perbedaan antara topik dan judul adalah
·         Topik adalah ide sentral yang berfungsi mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian.
·         Judul karangan adalah nama atau titel dari sebuah karangan yang sudah mempunya topik yang sesuai dan jelas.
7.       Syarat- syarat sebuah kalimat tesis yang baik adalah :
·         Berisi gabungan rumusan topik dan tujuan
·         Penekanan topik sebagai suatu pengungkapan pikiran
·         Pembatasan dan ketetpan rumusan
·         Berupa kalimat lengkap terhadap subjek dan predikat (objek)
·         Menggunakan kata khusus dan denotatif (lugas)
·         Berupa pernyataan positif
·         Dapat mengarahkan, mengembangkan, dan mengendalikan penulisan
·         Dapat diukur dan dibuktikan kebenarannya
8.       Lengkapilah kalimat tesis dibawah ini.
    1. Topik : Kreativitas baru produksi pangan dari singkong.
      Tujuan : Membuktikan bahwa bahan baku singkong dapat diolah dalam berbagai jenis pangan yang dapat dijadikan komoditas ekspor.
      Tesis    : Pengelolahan bahan baku singkong yang tepat dalam berbagai jenis pangan dapat menghasilkan produk pangan dari singkong yang baik sehingga komoditas ekspor dapat meningkat.

      2.      Tesis    : Efisiensi sumber daya ekonomi akan menghasilkan produk sepatu yang tangguh berdaya saing tinggi di pasar international.
      Tujuan  : Membuktikan bahwa efisiensi Sumber Daya Ekonomi di pasar international dapat menghasilkan produktivitas yang berdaya saing tinggi.
      Topik   : Produk Sepatu Tangguh.
      9.     Buatkanlah topik yang kreatif dan inovatif sesuai dengan bidang studi anda, rumuskan topik tersebut menjadi tujuan dan kalimat tesis.
      Topik  : Pengembangan Sistem Informasi Dalam Bidang Kesehatan untuk Pelayanan di Puskesmas Kota Depok.
      Tujuan : Membuktikan bahwa pengembangan Sistem Informasi Kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
      Tesis   : Penggunaan Teknologi yang didukung dengan SIK yang baik dan tepat di Puskesmas Depok dalam pengimplementasiannya sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada Masyarakat.
      10.    Pilihlah topik terbaik anda dan buatkanlah kerangka karangan(pilih satu : rencana skripsi atau makalah yang lengkap dan sempurna),
      Topik : PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DALAM BIDANG KESEHATAN UNTUK PELAYANAN DI PUSKESMAS KOTA DEPOK
      i.     Halaman Sampul.
      ii.    Lembar Pengesahan
      iii.   Lembar Bebas Plagiat
      iv.   Halaman Persetujuan.
      v.    Kata Pengantar
      vi.   Daftar Isi
      BAB I Pendahuluan
      1.1 Latar Belakang
      1.2 Identifikasi Masalah
      1.3 Pembatasan dan Rumusan Masalah
      BAB II Tujuan dan Manfaat
      2.1 Tujuan Umum
      2.2 Tujuan Khusus
      2.3 Manfaat Penelitian
      BAB III Kerangka Konsep dan Hipotesis
      BAB IV Metode Penelitian
      BAB V Hasil Penelitian
      BAB VI Pembahasan
      BAB VII Kesimpulan dan Saran
      8.1 Kesimpulan
      8.2 Kritik dan Saran
      BAB VIII Daftar Pustaka
      BAB IX Lampiran
      11. Berdasarkan jawaban nomor 6, tulislah pendahuluan yang lengkap. Gunakan ejaan yang baku, catatan kaki [ibid,opcit, dan loc.cit], yang benar, diksi yang tepat, kalimat yang efektif, paragraf yang baik, penalaran yang logis dan disertai bibliografi sekurang-kurangnya lima sumber.
      PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DALAM BIDANG KESEHATAN UNTUK PELAYANAN DI PUSKESMAS KOTA DEPOK

               PENDAHULUAN
      1.1 LATAR BELAKANG
              Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan yang sama (Lani Sidharta, 1995:9). Informasi adalah data yang telah diolah dan dianalisa secara formal dengan cara yang benar dan efektif, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dalam operasional dana manajemen (Sabarguna, 2003). Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan". Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah integrasi antara perangkat, prosedur dan kebijakan yang digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam kerangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pembangunan dalam Bidang Kesahatan tidak dapat terpisahkan dari Pembangunan suatu Negara yang sedang berkembang karena kesehatan sangat terkait dalam aspek kependudukan, pendidikan, kondisi dan perkembangan ekonomi masyarakat yang dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun biologi. Menurut WHO, Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu dari 6 Building Block dalam Sistem Kesehatan di suatu Negara, diantaranya;
      1. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan.
      2. Produk Medis, Vaksin dan Teknologi Kesehatan.
      3. Tenaga Medis.
      4. Sistem Pembiayaan Kesehatan.
      5. Sistem Informasi Kesehatan.
      6. Kepemimpinan dan Pemerintahan.
             Dari 6 Building Block diatas, sistem kesehatan tidak hanya Pelayanan Kesehatan saja melainkan pengembangan pembiayaan dan penghitungan resiko sehingga dapat melindungi masyarakat dari beban keuangan dan ekonomi karena penyakit, mencakup tentang peningkatan kepuasan konsumen dan memberikan informasi yang tepat dan benar juga termasuk bagian penting dari sistem informasi kesehatan.
               Perkembangan Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital Information System) di Indonesia telah dimulai pada akhir dekade 80'an. Banyaknya perkembangan yang terjadi kurang mendapatkan hasil yang cukup memuaskan untuk semua pihak. Ketidakberhasilan dalam pengembangan sistem informasi tersebut, lebih disebabkan dalam segi perencanaan yang kurang baik, dimana identifikasi faktor-faktor penentu kerberhasilan dalam implementasi sistem informasi tersebut kurang lengkap dan menyeluruh. Hal ini semata-mata karena sektor pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sistem yang lebih luas dalam masyarakat dan pemerintahan dalam suatu negara, bahkan lebih jauh lagi sistem yang lebih global.
               Dalam upaya pengembangan dalam dunia kesehatan sebagai sarana dalam hidup sehat dan lingkungan yang sehat, berperilaku sehat dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu yang disediakan oleh pemerintah atau pun masyarakat sendiri. Dalam mencapai pengembangan kesehatan telah dibuatnya infrastruktur pelayanan kesehatan yang telah dibangun sedemikian rupa mulai dari tingkat nasional, propinsi, kabupaten dan seterusnya sampai ke pelosok. Setiap jenjang tersebut memiliki sistem kesehatan yang saling berhubungan antar desa dan kecamatan sampai tingkat nasional memerlukan sistem informasi yang saling mendukung, sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
               Kota Depok salah satu kota yang memiliki misi untuk meningkatkan kualitas kesehatan,  dengan menambah jumlah sarana kesehatan supaya sesuai dengan rasio jumlah penduduk dan meningkatkan pelayanan yang ramah, cepat dan transparan sehingga salah satu yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesahatan dengan mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan, tidak hanya untuk rumah sakit melainkan penerapan juga pada puskesmas sebagai tempat yang mudah dijangkau untuk masyarakat. Penerapan Sistem Informasi Kesehatan juga harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan distribusi yang adil, untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, SIK melakukan setidaknya empat fungsi meliputi pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbing. Karena hal itu haruslah didukung dengan sistem yang menunjang semua kegiatan managemen rumah sakit pada puskesmas sehingga dapat meningkatkan pelayanan.
      1.2 RUMUSAN MASALAH
            Dari penjelasan diatas dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu :
      1. Bagaimana cara implementasi SIK untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien dan managemen?
      2. Bagaiaman meberikan training kepada Managemen Puskesmas dalam penggunaan SIK?
      3. Membuat aplikasi yang terintegrasi pada semua sistem aplikasi pelayanan pada puskesmas dengan mengotimatisasi kemampuan dalam pengelolahan database yang terdiri dari pemberian pelayanan, penghitungan biaya, pembimbingan dan SDM.
      1.3 TUJUAN
           Membuat Sistem Aplikasi Pelayanan pada Puskesmas yang terintgrasi dengan aplikasi pendukung pelayanan dan mengoptimalkan kemampuan pengelolahan database untuk membantu meringankan dalam penggunaan aplikasi dalam pelayanan dan managemen puskesmas sehingga lebih efisien, fleksibel, dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan konsumen.
      1.4 BATASAN MASALAH
            Dalam pembuatan dan implementasi aplikasi ini hanya untuk pelayanan kesehatan yang berada pada puskesmas dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemudahan penggunaan baik dari sistem administrasi, penjadwalan dokter dan menyediakan informasi tentang jumlah pasien atau warga yang sakit selama seminggu mampun sebulan dalam bentuk grafik. Memberikan informasi update tentang penyakit atau tips-tips kesehatan dalam sebuah layar informasi. 
      1.5 METODE PENELITIAN
            Penulis menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mendapatkan informasi, kebutuhan dan masalah yang ada pada Puskesmas sebagai data penulisan.

      12.   Lanjutkan jawaban tugas no. 7 menjadi karangan ilmiah anda yang lengkap disertai dengan kutipan, catatan kaki dan bibliografi.
      PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DALAM BIDANG KESEHATAN UNTUK PELAYANAN DI PUSKESMAS KOTA DEPOK
                
                PENDAHULUAN
      1.1 LATAR BELAKANG
              Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan yang sama (Lani Sidharta, 1995:9). Informasi adalah data yang telah diolah dan dianalisa secara formal dengan cara yang benar dan efektif, sehingga hasilnya dapat bermanfaat dalam operasional dana manajemen (Sabarguna, 2003). Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1948, kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan". Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah integrasi antara perangkat, prosedur dan kebijakan yang digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam kerangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pembangunan dalam Bidang Kesahatan tidak dapat terpisahkan dari Pembangunan suatu Negara yang sedang berkembang karena kesehatan sangat terkait dalam aspek kependudukan, pendidikan, kondisi dan perkembangan ekonomi masyarakat yang dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun biologi. Menurut WHO, Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu dari 6 Building Block dalam Sistem Kesehatan di suatu Negara, diantaranya;
      1. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan.
      2. Produk Medis, Vaksin dan Teknologi Kesehatan.
      3. Tenaga Medis.
      4. Sistem Pembiayaan Kesehatan.
      5. Sistem Informasi Kesehatan.
      6. Kepemimpinan dan Pemerintahan.
             Dari 6 Building Block diatas, sistem kesehatan tidak hanya Pelayanan Kesehatan saja melainkan pengembangan pembiayaan dan penghitungan resiko sehingga dapat melindungi masyarakat dari beban keuangan dan ekonomi karena penyakit, mencakup tentang peningkatan kepuasan konsumen dan memberikan informasi yang tepat dan benar juga termasuk bagian penting dari sistem informasi kesehatan.
               Perkembangan Sistem Informasi Rumah Sakit yang berbasis komputer (Computer Based Hospital Information System) di Indonesia telah dimulai pada akhir dekade 80'an. Banyaknya perkembangan yang terjadi kurang mendapatkan hasil yang cukup memuaskan untuk semua pihak. Ketidakberhasilan dalam pengembangan sistem informasi tersebut, lebih disebabkan dalam segi perencanaan yang kurang baik, dimana identifikasi faktor-faktor penentu kerberhasilan dalam implementasi sistem informasi tersebut kurang lengkap dan menyeluruh. Hal ini semata-mata karena sektor pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sistem yang lebih luas dalam masyarakat dan pemerintahan dalam suatu negara, bahkan lebih jauh lagi sistem yang lebih global.
               Dalam upaya pengembangan dalam dunia kesehatan sebagai sarana dalam hidup sehat dan lingkungan yang sehat, berperilaku sehat dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu yang disediakan oleh pemerintah atau pun masyarakat sendiri. Dalam mencapai pengembangan kesehatan telah dibuatnya infrastruktur pelayanan kesehatan yang telah dibangun sedemikian rupa mulai dari tingkat nasional, propinsi, kabupaten dan seterusnya sampai ke pelosok. Setiap jenjang tersebut memiliki sistem kesehatan yang saling berhubungan antar desa dan kecamatan sampai tingkat nasional memerlukan sistem informasi yang saling mendukung, sehingga setiap kegiatan dan program kesehatan yang dilaksanakan dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
               Kota Depok salah satu kota yang memiliki misi untuk meningkatkan kualitas kesehatan,  dengan menambah jumlah sarana kesehatan supaya sesuai dengan rasio jumlah penduduk dan meningkatkan pelayanan yang ramah, cepat dan transparan sehingga salah satu yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesahatan dengan mengimplementasikan Sistem Informasi Kesehatan, tidak hanya untuk rumah sakit melainkan penerapan juga pada puskesmas sebagai tempat yang mudah dijangkau untuk masyarakat. Penerapan Sistem Informasi Kesehatan juga harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan distribusi yang adil, untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, SIK melakukan setidaknya empat fungsi meliputi pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbing. Karena hal itu haruslah didukung dengan sistem yang menunjang semua kegiatan managemen rumah sakit pada puskesmas sehingga dapat meningkatkan pelayanan.
      1.2 RUMUSAN MASALAH
            Dari penjelasan diatas dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu :
      1. Bagaimana cara implementasi SIK untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien dan managemen?
      2. Bagaiaman meberikan training kepada Managemen Puskesmas dalam penggunaan SIK?
      3. Membuat aplikasi yang terintegrasi pada semua sistem aplikasi pelayanan pada puskesmas dengan mengotimatisasi kemampuan dalam pengelolahan database yang terdiri dari pemberian pelayanan, penghitungan biaya, pembimbingan dan SDM.
      1.3 TUJUAN
           Membuat Sistem Aplikasi Pelayanan pada Puskesmas yang terintgrasi dengan aplikasi pendukung pelayanan dan mengoptimalkan kemampuan pengelolahan database untuk membantu meringankan dalam penggunaan aplikasi dalam pelayanan dan managemen puskesmas sehingga lebih efisien, fleksibel, dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan konsumen.
      1.4 BATASAN MASALAH
            Dalam pembuatan dan implementasi aplikasi ini hanya untuk pelayanan kesehatan yang berada pada puskesmas dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemudahan penggunaan baik dari sistem administrasi, penjadwalan dokter dan menyediakan informasi tentang jumlah pasien atau warga yang sakit selama seminggu mampun sebulan dalam bentuk grafik. Memberikan informasi update tentang penyakit atau tips-tips kesehatan dalam sebuah layar informasi. 
      1.5 METODE PENELITIAN
            Penulis menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mendapatkan informasi, kebutuhan dan masalah yang ada pada Puskesmas sebagai data penulisan.

      II.      LANDASAN TEORI
             Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah kerja (Kebijakan Dasar Puskesmas Depkes RI, 2004:5). Fungsi Puskemas adalah :
      1. Pusat penggerakan pembangunan berwawasan kesehatan.
      2. Pusat pemberdayaan masyarakat.
      3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama, yaitu pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
      Karakteristik lain daripada jasa (Pelayanan) dikemukakan oleh Tjiptono (1998 ; 15-18) meliputi : 
      • Intangibility, Konsep intangible memiliki dua pengertian (Berry dalam Enis dan Cox, dalam Tjiptono, 1998;16), yaitu:
      1. Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasa.
      2. Sesuatu yang tidak mudah didefinisikan, diformulasikan, atau dipahami secara rohaniah.
      • Inseparability, Bahwa service biasanya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan dikonsumsi secara bersamaan.
      • Variability, Service bersifat sangat variabel karena merupakannon standarizet output artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis, tergantung pada siapa, kapan dan dimana service tersebut dihasilkan. Ada tiga faktor yang menyebabkan variabelitas kualitas service (Bovee, Houston, dan Thill, dalam Tjiptono 1998;17) yaitu partisipasi pelanggan selama penyampaian service, moral/motivasi karyawan dalam melayani pelanggan dan beban kerja perusahaan. 
      • Perishability, Service merupakan komoditas tidak tahan lama dan tidak bisa disimpan. Service berasal dari orang-orang, bukan dari perusahaan. Tanpa memberi nilai pada diri sendiri, karyawan tidak punya arti. Harga diri yang tinggi adalah unsur yang paling mendasar bagi keberhasilan organisasi yang menyediakan jasa pelayanan apapun. Jika para karyawan merasa enak tentang dirinya sendiri dan kepada atasannya, pandangan positif seperti ini akan menular kepada para pelanggan. Rasa peduli yang ditunjang oleh semangat kerjasama dari manajemen tingkat puncak sampai pada tingkat operasional merupakan kunci utama perusahaan jasa dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Pada hakekatnya ”everybody is a service provider” pada deskripsi tugas yang berbeda.
               Puskesmas merupakan salah satu asset kesehatan yang harus dikembangkan secara terus menurus agar dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efesien. Kita banyak menemukan Pelayanan untuk konsultasi atau berobat jalan dilakukan dengan cara manual yaitu pertama-tama pasien datang ke puskesmas dan mendaftarkan diri, proses pendataannya pun masih manual, selanjutnya pasien menunggu giliran untuk konsultasi dengan dokter. Sistem pengolahan data yang lama menggunakan cara manual juga, di mana pemprosesan data dilakukan dengan cara pembukuan manual kemudian data tersebut akan disimpan dalam bentuk arsip per periode bulan dan ketika ada pasien yang datang setelah beberapa lama tidak berobat sehingga melakukan pencarian data pasien tersebut pun sehingga hal ini sangat tidak efektif dan membutuhkan waktu serta menghabiskan banyak kertas karena data masih berupa fisik. Dari segi fisik keamanan data sangat rentan akan kerusakan karena hal-hal yang tidak terduga misalnya:kebocoran, kebakaran, dan pencurian. Dilihat dari sisii keamanan pengolahan data arsip manual ini sangat riskan akan pengaksesan data oleh orang yang tidak berwenang dan tidak bertanggung jawab.
      III.    KESIMPULAN
      Suatu pusat pelayanan kesehatan memerlukan sebuat sistem yang dapat membantu memudahkan pekerjaan dan memberikan informasi, tidak hanya pada Rumah Sakit saja tetapi Puskesmas pun juga sudah harus mengembangkan dan mengikuti teknologi supaya dapat memaksimalkan kemampuan maupun visi dan misi itu sendiri, sedangkan dengan sistem yang bekerja dengan baik dan optimal dapat meningkatkan kualitas pelayanan karena efisiensi dan fleksible.
      IV.     DAFTAR PUSTAKA
      1.  http://hiliaulianah.blogspot.com/2013/03/kritisi-penilaian-kualitas-pelayanan.html
      2.  http://abas-nr.blogspot.com/2012/04/pengembangan-sistem-informasi-kesehatan.html
      3.  http://www.academia.edu/3207140/Sistem_Informasi_Kesehatan
      4.  http://nurhotimah18.blogspot.com/2012/07/pengertian-sistem-informasi-kesehatan.html
      5.  http://www.depok.go.id/profil-kota/peta

      No comments: