Tuesday, December 30, 2014

[Softskill - Bahasa Indonesia] Resensi

Nama : Purnomo
Kelas  : 3KA25
NPM  : 15112737
========================================================================
IDENTITAS BUKU
Judul Buku      : Managemen Pemasaran
Penulis             : Prof. Dr. Thamrin Abdullah. M.M., M.Pd.
                          Dr. Francis Tantri, S.E., M.M.
Penerbit           : PT. RajaGrafindo Persada
Cetakan           : 2, 2013
Tebal               : 258 halaman.
ISBN               : 978 – 979 – 769 – 419 - 7

PENULIS
Prof. Dr. Thamrin Abdullah. M.M., M.Pd., lahir di Barru Sulawesi Selatan tahun 1945. Saat ini merupakan Guru Besar tetap Fakultas Ekonomi UNJ dengan kepangkatan Guru Besar IV/d. Di samping itu, sebagai Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan (MP) Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Selain itu, juga aktif mengajar di beberapa Universitas sebagai Dosen S2 di UHAMKA, UNISMA, UNKRIS, STIEBI, Universitas PGRI Surabaya, Universitas Tridianti Palembang, S2 & S3 Universitas Pakuan Bogor dengan kepangkatan Guru Besar IV/d.
Dr. Francis Tantri, S.E., M.M., lahir di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan RIAU pada tahun 1951. Saat ini merupakan staff pengajar atau dosen di Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti, dengan jabatan akademik Lektor Kepala. Selain itu, juga aktif mengajar di program Pascasarjana S2 dan sebagai asisten dosen untuk S3 di UNJ.


ULASAN BUKU
Pemasaran adalah suatu proses yang teratur dan jelas untuk memikirkan dan merancang pasar. Proses ini dinilai dari riset pasar, untuk mengetahui dinamikanya, mengidentifikasi peluang, menemukan orang atau kelompok dengan kebutuhan yang tidak terpenuhi atau minat terhadap suatu produk atau jasa. Proses pemasaran dapat diterapkan pada semua kehidupan yang dapat dipasarkan, termasuk ide kejadian, organisasi tempat dan kepribadian. Seorang pemuda menyewa sebuah papan iklan besar yang dipergunakan untuk mengutarakn cintanya kepada seorang pemudi. Disadari atau tidak, dia terlibat dalam pemasaran. Dalam skala yang berbeda, perusahaan kapal terbang Boeing juga terlibat dalam pemasaran pada waktu mereka menyadari bahwa industry kapal terbang membutuhkan pesawat yang lebih hemat bahan bakar dan lebih tenang. Untuk memenuhi kebutuhan ini mereka kemudian mengembangkan, menghasilkan serta menjual pesawat semacam itu.
Tugas setiap bisni adalah menghantarkan nilai kepada pasar dengan memperoleh laba. Namun, sedikitnya ada dua pandangan tentang proses penghantaran nilai, pandangan tradisional adalah perusahaan membuat sesuatu dan kemudian menjualnya. Misalnya, Thomas Edison menciptakan phonograph dan mempekerjakan orang untuk menjualnya. Dalam pandangan ini, pemasaran terjadi di bagian kedua dari proses penghantaran nilai. Padangan tradisional ini menganggap perusahaan tahu apa yang harus dibuatnya dan pasar akan menyerapnya dalam jumlah cukup untuk mendatangkan laba.

KELEBIHAN
Buku ini sangat mudah dipelajari karena isinya tidak hanya sebuah penjelasan saja tetapi memberikan contoh dalam kehidupan sehingga dengan mudah di pahami bagi pembaca dan kata-kata yang digunakan oleh penulis untuk buku ini sangat mudah sekali di pahami karena jika menggunakan kata yang tidak familiar, penulis memberikan kurung kurawal untuk memberikan penjelasan untuk kata tersebut. Dan yang paling menarik dari buku ini adalah materi yang menurut saya lengkap sebagai bahan belajar jika ingin memahami Managemen Pemasaran, karena semuanya dibagi-bagi dalam beberapa Bab yang cukup padat penjelasannya.

KEKURANGAN
Jenis huruf yang monoton dan berada dalam satu warna, gambar yang disajikan tidak berwarna(hanya sampulnya saja yang full color)

PENUTUP
Buku “Managemen Pemasaran” ini hadir sebagai panduan dalam mempelajari pemasaran seperti proses pemasaran yang termasuk ide kejadian, organisasi tempat dan kepribadian. Dengan diawali dari pengertian managemen pemasaran sampai pada managemen distribusi.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------


IDENTITAS BUKU
Judul Buku      : PERGESARAN FUNGSI LEGISLASI
Penulis             : Saldi Isra
Penerbit           : PT. RajaGrafindo Persada
Cetakan           : 3, 2013
Tebal               :  374 halaman.
ISBN               : 978 – 979 – 769 – 289 - 6

PENULIS
Prof. Dr. Saldi Isra, S.H., MPA. Lahir di Paninggahan Soloj Sumatra Barat, sebuah nagari di pinggir Danau Singkarak. Kesibukan mengajar serta aktivitas dalam pusaran arus demokratisasi dan pemberantasan korupsi tidak mengurangi waktu dalam menuangkan gagasan untuk menulis buku, jurnal, makalah dan tulisan ilmiah popular. Sampai saat ini telah menghasilkan buku-buku berikut:
1.      Jalan Berliku Amandemen Komprehensif, 2009, Editor, diterbitkan oleh Kelompok DPD di MPR RI.
2.      Kekuasaan dan Perilaku Korupsi, 2009, diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas.
3.      Reformasi Hukum Tata Negara Pasca Amandemen UUD 19945, 2006, diterbitkan oleh Andalas University Press, Padang.
4.      Dan masih banyak lagi.
Sementara itu, sampai akhir januari 2010 telah menghasilkan 26 tulisan di berbagai jurnal ilmiah dan hampir 200 makalah telah dipresentasikan dalam berbagai seminar baik international, nasional, regional dan local.

ULASAN BUKU
Selama lebih dari 200 tahun terakhir, lembaga legislative merupakan institusi kunci (key institutions) dalam perkembangan politik Negara-negara modern. Menilik perkembangan lembaga-lembaga Negara, lembaga legislative merupakan cabang kekuasaan pertama yang mencerminkan kedaulatan rakyat. Dalam pandangan C.F. Strong, lembaga legislative merupakan kekuasaan pemerintahan yang mengurusi pembuatan hokum, sejauh hokum tersebut memerlukan kekuatan undang-undang (statutory force). Terkait dengan hal itu, Hans Kelsen menegaskan:
By legislative power or legislation one does not understand the entire function of creating law, but a special aspect of this function, the creation general norm. “A Law” –a product of a legislative process --  is essentially a general norm or a complex of such norm.
Selanjutnya Hans Kelsen menambahkan, fungsi legislative dipahami bukan sebagai pembentukan dari semua norma umum, melainkan hanya pembentukan norma umum yang dilakukan oleh organ khusus, yang disebut dengan lembaga legislative. Norma-norma umum yang dibuat lembaga legislative disebut “Undang-undang” (“Statutes”) yang dibedakan dari norma-norma umum yang dibuat oleh suatu organ selain legislative. Dalam posisi lembaga legislative sebagai pembuat semua norma umum yang utama, Jimly Asshiddiqie menambahkan:
Kewenangan untuk mengatur dan membuat aturan (reegling) pada dasarnya merupakan domain kewenangan lembaga legislative yang berdasarkan prinsip kedaulatan, merupakan kewenangan eksklusif wakil rakyat yang berdaulat untuk menentukan sesuatu peraturan yang mengikat dan membatasi kebebasan setiap individu warga Negara (presumption of liberty of the sovereign people).
Dalam Negara-negara modern (modern states), interaksi mendasar antar lembaga Negara termasuk dalam fungsi legislasi diatur oleh konstitusional. Pola pengaturan fungsi legislasi ditentukan oleh pola hubungan antara eksekutif dan legislative dan hubungan itu sangat ditentukan oleh corak system pemerintahan. Di dalam literature hokum tata Negara (constitutional law) dan ilmu politik (political science), terdapat berbagai varian system pemerintahan. Namun yang paling umum yaitu system pemerintahan parlementer, system pemerintahan presidensial, dan system pemerintahan semi-presidensial. System pemerintahan tersebut mempunyai karakter yang berbeda satu sama lainnya. Perbedaan itu tidak hanya menyangkut karakter umum yang berlaku pada masing-masing system pemerintahan, tetapi juga menyangkut pola dalam proses pembentukan undang-undang (fungsi legislasi).

No comments: