Wednesday, March 25, 2015

Semakin banyak Gaya Hidup PRIA menjadi ala METROSEKSUAL pada Era Globalisasi.

Nama : Purnomo
Kelas : 3KA25
NPM : 15112737
====================================================================

Apa itu METROSEKSUAL? Apakah Gaya Hidup ini baru pada Era Globalisasi? Mungkin kita bertanya-tanya tentang ini. Metroseksual adalah sebuah istilah yang diambil dari perkataan Yunani yaitu Metropolis yang berarti Ibu Kota dan digabungkan dengan perkataan seksual. Gaya hidup Pria Metroseksual bukanlah hal baru pada Era Globalisasi karena pada 15 November 1994 seorang wartawan bernama Mark Simpson pertama kali menulis sebuah artikel mengenai Pria Metroseksual dan Gaya Hidup ini sendiri, menurut sejarahnya sebelum kelahiran Raja Louis XIV dari Perancis di tahun 1938 yang terkenal dandy dan glamor, dan sebelum Caligula (Gaeus Caesar) menjadi kaisar Romawi. Gaya hidup metroseksual telah ada dalam cerita mitos Yunani kuno ribuan tahun yang lalu. Cikal bakalnya berhubungan dengan seorang pribadi Narsisius yang terkenal sangat membangga-banggakan penampilannya, terutama pada bagian wajah.

            Pada pertengahan tahun 2002, istilah ini baru mulai mendunia, bukan sebagai Produk baru tetapi karena Metroseksual telah menjadi suatu tren lifestyle dalam masyarakat metropolitan di seluruh dunia. Gaya hidup ini menampilkan sisi glamor dari kehidupan seorang pria kaya raya dan fashionable. Sedangkan heteroseksualitas yang tidak berpelembab, tertindas, kuno dan (re)produktif, dimana pria kokoh yang penuh penyangkalan diri, sederhana dan rendah hati, jarang berbelanja untuk dirinya sendiri (peran utamanya adalah mencari nafkah dan mendapatkan uang untuk dibelanjakan istrinya), telah diberi slip merah jambu oleh kapitalisme dan digantikan oleh seseorang yang kurang yakin dengan identitasnya  dan lebih tertarik pada citra dirinya sendiri.
Alasan tren ini semakin banyak karena banyak pria muda yang memiliki pendapatan berlebih, sangat peduli kepada penampilan dirinya, hidup dan bekerja di kawasan perkotaan. Gaya hidup Metroseksual ini, sangat mudah kita temukan pada kota-kota besar, dimana banyak toko-toko yang menyediakan tempat perawatan penampilan seperti tempat kebugaran (Gym), spa atau salon, dan mall-mall. Seorang pria metroseksual bukanlah seorang yang menderita penyimpangan orientasi seks. Dia bukan seorang homoseksual, dan bukan pula seorang heteroseksual.
Pria metroseksual adalah pria yang mempunyai penghasilan yang berlebih, tentunya uang banyak dari hasil kerja kerasnya sendiri dimana identik dengan penampilan yang trendy, senang memanjakan dirinya, sangat peduli dengan penampilannya, , senang menjadi pusat perhatian (bahkan menikmatinya), sangat tertarik dengan fashion dan berani menampilkan sisi femininnya, tekhnology terbaru akan selalu berada dikehidupannya. Mereka ini bahkan ditengarai sebagai sosok narsistik, yang jatuh cinta terhadap diri sendiri dan gaya kehidupan urban. Tidak hanya itu, mereka seorang fashionista flamboyan (serba megah) yang selalu merujuk pada mode pakaian serta gaya rambut terkini dari  Paris dan Milan.
Syarat tak tertulis menjadi pria metroseksual selain kaya raya, mereka harus tampil flamboyan, necis, modis, dan trendy. Mereka juga harus memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tubuh macho nan altetis menjadi salah satu syarat menjadi pria metroseksual. Dan yang paling penting, mereka bukan pengidap penyimpangan orientasi seksual. Mereka haruslah orang yang setia pada pasangannya. David Beckham, seorang superstar yang menjadi ikon pria metroseksual dunia, sangat memenuhi syarat-sayarat tersebut.
Itulah gaya hidup metroseksual yang melekat pada diri seorang pria pada Era ini. Tidak ada perubahan-perubahan yang cukup berarti dari masa ke masa, kecuali istilah “metroseksual” serta kemajuan teknologi dan fashion.

No comments: