Kelas : 3KA25
NPM : 15112737
====================================================================
Apa itu METROSEKSUAL?
Apakah Gaya Hidup ini baru pada Era Globalisasi? Mungkin kita bertanya-tanya
tentang ini. Metroseksual adalah sebuah istilah yang diambil dari perkataan
Yunani yaitu Metropolis yang berarti Ibu Kota dan digabungkan dengan perkataan
seksual. Gaya hidup Pria Metroseksual bukanlah hal baru pada Era Globalisasi
karena pada 15 November 1994 seorang wartawan bernama Mark Simpson pertama kali
menulis sebuah artikel mengenai Pria Metroseksual dan Gaya Hidup ini sendiri,
menurut sejarahnya sebelum kelahiran Raja Louis XIV dari Perancis di tahun 1938
yang terkenal dandy dan glamor, dan sebelum Caligula (Gaeus Caesar) menjadi
kaisar Romawi. Gaya hidup metroseksual telah ada dalam cerita mitos Yunani kuno
ribuan tahun yang lalu. Cikal bakalnya berhubungan dengan seorang pribadi
Narsisius yang terkenal sangat membangga-banggakan penampilannya, terutama pada
bagian wajah.
Pada pertengahan tahun 2002, istilah ini baru mulai mendunia,
bukan sebagai Produk baru tetapi karena Metroseksual telah menjadi suatu tren
lifestyle dalam masyarakat metropolitan di seluruh dunia. Gaya hidup ini
menampilkan sisi glamor dari kehidupan seorang pria kaya raya dan fashionable. Sedangkan
heteroseksualitas yang tidak berpelembab, tertindas, kuno dan (re)produktif,
dimana pria kokoh yang penuh penyangkalan diri, sederhana dan rendah hati,
jarang berbelanja untuk dirinya sendiri (peran utamanya adalah mencari nafkah
dan mendapatkan uang untuk dibelanjakan istrinya), telah diberi slip merah
jambu oleh kapitalisme dan digantikan oleh seseorang yang kurang yakin dengan
identitasnya dan lebih tertarik pada
citra dirinya sendiri.
Alasan
tren ini semakin banyak karena banyak pria muda yang memiliki pendapatan
berlebih, sangat peduli kepada penampilan dirinya, hidup dan bekerja di kawasan
perkotaan. Gaya hidup Metroseksual ini, sangat mudah kita temukan pada
kota-kota besar, dimana banyak toko-toko yang menyediakan tempat perawatan
penampilan seperti tempat kebugaran (Gym), spa atau salon, dan mall-mall. Seorang
pria metroseksual bukanlah seorang yang menderita penyimpangan orientasi seks. Dia
bukan seorang homoseksual, dan bukan pula seorang heteroseksual.
Pria
metroseksual adalah pria yang mempunyai penghasilan yang berlebih, tentunya
uang banyak dari hasil kerja kerasnya sendiri dimana identik dengan penampilan
yang trendy, senang memanjakan dirinya, sangat peduli dengan penampilannya, , senang menjadi pusat perhatian (bahkan menikmatinya),
sangat tertarik dengan fashion dan berani menampilkan sisi femininnya, tekhnology
terbaru akan selalu berada dikehidupannya. Mereka ini bahkan ditengarai sebagai
sosok narsistik, yang jatuh cinta terhadap diri sendiri dan gaya kehidupan
urban. Tidak hanya itu, mereka seorang fashionista flamboyan (serba
megah) yang selalu merujuk pada mode pakaian serta gaya rambut terkini dari Paris dan Milan.
Syarat tak tertulis menjadi pria
metroseksual selain kaya raya, mereka harus tampil flamboyan, necis, modis, dan
trendy. Mereka juga harus memiliki bentuk tubuh yang ideal. Tubuh macho
nan altetis menjadi salah satu syarat menjadi pria metroseksual. Dan yang
paling penting, mereka bukan pengidap penyimpangan orientasi seksual. Mereka
haruslah orang yang setia pada pasangannya. David Beckham, seorang superstar
yang menjadi ikon pria metroseksual dunia, sangat memenuhi syarat-sayarat
tersebut.
Itulah gaya hidup metroseksual yang
melekat pada diri seorang pria pada Era ini. Tidak ada perubahan-perubahan yang
cukup berarti dari masa ke masa, kecuali istilah “metroseksual” serta kemajuan
teknologi dan fashion.
No comments:
Post a Comment