Nama :
Purnomo
NPM :
15112737
Kelas : 2KA25
Pengambilan Keputusan dalam Organisasi
I. Pemdahuluan
Pengambilan keputusan dibutuhkan ketika kita memiliki masalah yang harus
diselesaikan dengan memuaskan. Situasi masalah tersebut yang menjadi masukan
pertama dalam sistem pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan dengan
pengetahuan, pengalaman, dan data yang diperoleh atau dikumpulkan berkaitan
dengan masalah serta cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam
organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode
tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi.
I.1 Teori
Pengambilan
keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif. Hal ini berkaian dengan
fungsi manajemen. Menurut Herbert A. Simon, ahli teori kepufusan dan
organisasi mengonseptualisasikan tiga tahap utama dalam proses pengambilan
keputusan:
1. Aktivitas inteligens, sebagai penelusuran kondisi lingkungan
yang memerlukan pengambilan keputusan.
2. Aktivitas desain, pada
tahap kedua, mungkin terjadi tindakan penemuan, pengembangan dan analisis
masalah.
3. Aktivitas memilih, tahap
terakhir ini merupakan pilihan sebenarnya dalam memilih tindakan tertentu dari
yang tersedia.
Setiap proses pengambilan keputusan merupakan suatu
sistem tindakan karena ada beberapa komponen didalamnya. Menurut Pradjudi
(1997:45), kerangka kerja yang ada dalam sistem pengambilan keputusan adalah
sebagai berikut:
1. Posisi
orang yang berwenang dalam mengambil keputusan
2. Problema
(penyimpangan dari apa yang dikehendaki dan direncanakan atau dituju)
3. Situasi
si pengambil keputusan itu berada
4. Kondisi
si pengambil keputusan (kekuatan dan kemampuan menghadapi problem)
5. Tujuan
(apa yang diinginkan atau dicapai dengan pengambilan keputusan).
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan
menurut Terry, yaitu :
a.
Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud,
yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan.
b.
Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan
untuk mencapai tujuan organisasi.
c.
Setiap keputusan jangan berorientasi pada
kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
d.
Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena
itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
e.
Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental
dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
f.
Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan
waktu yang cukup lama.
g.
Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis
untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
h.
Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar
diketahui keputusan itu benar.
i.
Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan
dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.
I.2 Analisis
dan Kesimpulan
Kesimpulannya Pengambilan
keputusan yang efektif menjadi tolak ukur kepemimpinan yang efektif pula.
Tetapi kepemimpinan efektif tidak hanya membolehkan diskusi diantara kelompok,
tetapi juga mengizinkan mereka berpartisipasi dalam melaksanakan pengambilan
keputusan. Jika mereka tidak dilibatkan dalam kegiatan mendiskusikan persoalan
yang relavan bagi mereka maka partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan
tidak akan sukses.
I.3 Referensi
No comments:
Post a Comment